Beranda Metropolitan Gelar Patroli Malam Takbiran, Kapolres Metro Jakarta Pusat Pastikan Situasi Kondusif

Gelar Patroli Malam Takbiran, Kapolres Metro Jakarta Pusat Pastikan Situasi Kondusif

9

Diurna- Kepolisian melakukan patroli untuk memastikan malam takbiran tak ada penumpukan orang dan kegiatan masyarakat jelang Hari Raya Lebaran, Minggu (25/4).

Beberapa lokasi yang dituju antara lain Tanah Abang, Menteng dan Palmerah. Sementara Polsek di wilayah juga melakukan pengamanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, operasi skala besar mengantisipasi pelaksanaan takbir keliling. Patroli juga melibatkan personel TNI serta aparat dari pemerintah daerah.

“Kami bersama-sama dengan TNI dan pemerintah daerah, kita lakukan kita cek nanti apakah ada yang malam takbiran, apakah nanti ada yang salat Id,” kata Heru di Bunderan Hotel Indonesia, Sabtu (24/5).

Heru melanjutkan, ada 200 personel kepolisian dan TNI yang disiagkan dalam operasi ini.

“Kami bergerak yang berada di pos pengamanan, pos preventif, patroli kita lakukan kegiatan ini,” ujarnya.

Heru yang mengenakan masker ini mengklaim, tak ada kegiatan takbir keliling ataupun pengumpulan massa dalam jumlah banyak.

“Ini artinya masyarakat sudah paham dengan aturan yang ada,” imbuh Heru.

Heru yang didampingi Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Heribertus Ompusunggu ini mengatakan kalau takbir keliling dilarang.

 Hal itu karena hingga saat ini Jakarta masih menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

Personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kelurahan hingga ke RT/RW telah dikerahkan juga untuk melakukan imbauan terkait larangan takbir keliling. 

“Tetap didepankan upaya preventif dan persuasif dalam rangka mencegah kegiatan takbir keliling oleh masyarakat,” jelas Heru.

Heru berharap, masyarakat dapat menuruti protokol kesehatan dan tetap menjaga jarak selama perayaan Idul Fitri. Personel Kepolisian pun tetap disiagakan untuk memantau kemungkinan adanya sholat Id di jalanan secara berjemaah.

“Masyarakat diminta untuk menuruti protokol keamanan yang ada. Tak melakukan kerumunan massa,” jelas Heru