Beranda Metropolitan Ini Strategi Kapolsek Metro Menteng Mampu Redam Tawuran selama Bulan Ramadhan

Ini Strategi Kapolsek Metro Menteng Mampu Redam Tawuran selama Bulan Ramadhan

19

Diurna – Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq mengklaim, selama bulan Ramadhan 2020 tak pernah terjadi tawuran di wilayahnya. Terutama di kawasan Menteng Tenggulun dan Manggarai yang yang selama ini dikenal rawan gangguan kriminalitas bahkan selama pandemi corona.

Menurut Guntur, salah satu alasan disana nihil tawuran karena beberapa ‘aktor’ intelektualnya sudah ditangkap.

“Kami tangkap beberapa orang beberapa waktu lalu. Termasuk anggota geng Zwembath yang memang sebagai otak aksit tawuran disana. Jadi memang selama Ramadan nihil tawuran disana,” ungkap Guntur di Jakarta, Kamis (21/5).

Guntur melanjutkan, faktor lainnya karena Polsek Metro Menteng bekerjasama dengan unit Cyber Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya untuk memantau pergerakan para pelaku di media sosial.

“Kami ‘pantengin’ terus di media sosial. Dilihat pergerakan pelaku dan aktivitas mereka di medsos. Karena para pelaku memang kerap berkomunikasi di media sosial,” jelas Guntur.

Ia berujar, kawasan Menteng Trenggulun harus diawasi betul mengingat potensi tawuran terjadi disana sangat besar.

“Kalau sampai terjadi tawuran tentu dampaknya kemana-mana. Bisa ke masyarakat sekitar dan mengganggu perekonomian setempat. Apalagi disana ada perlintasan kereta api yang kalau ada tawuran bisa terhambat lalu lintasnya,” kata Guntur.

Guntur menjelaskan, ajakan untuk aksi tawuran tak jarang dilakukan di media sosial. Kodenya bisa dengan ungkapan yang aneh-aneh seperti “Nikahan’.

“Mereka undang siapa pun lewat media sosial untuk tawuran. Makanya kami pantau terus melalui operasi cyber,” ucap Guntur.

“Media sosial tak tentu kapan dilakukannya. Kalau viral kami terjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di sana,” kata Guntur.

“Itu modus saja. Nikah itu maksudnya undangan mau kumpul gangster se-Jakarta. Itu kami antisiapasi. Bisa saja nikahan itu berarti berkumpul untuk melakukan penyerangan,” kata Guntur.

Guntur melanjutkan, polisi selalu bergerak dengan melakukan sejumlah inovasi pengamanan. Seperti memperbanyak patroli dan dan mendatangi tokoh-tokoh masyarakat setempat.

“Kami melakukan manajerial antisipasi yang baik. Dan memberikan inovasi baru dalam bertindak khususnya pencegahan,” jelas Guntur.

Ia memastikan, kehadiran polisi di tengah masyarakat itu yang terpenting. 

Selain itu, kerjasama dengan instansiain seperti TNI juga dilakukan mengingat sebagian pelaku juga datang dari wilayah sana.

“Kita aktif patroli rutin. Kita bergerak aktif. 

24 jam kita pantau wilayah. Kebanyakan anak remaja. Kalau sudah berbuat mereka kita tindak. Tapi sebelumnya kita pencegahan,” jelas lulusan AKPOL 2002 ini.

Guntur yakin, disaat masyarakat istirahat polisi dan koordinasi dengan TNI harus muncul. 

“Saat masyarakat menikmati hidup polisi harus begerak mengamankan. Selain itu orang tua harus bisa ingatkan anaknya untuk tak melakukan aksi tawuran,” jelas Guntur yang ayah tiga orang anak ini.