Beranda Headline Elektabilitas Martin Rantan Keok Dibanding Maria Magdalena Lili Jelang Pilbub Ketapang 2020

Elektabilitas Martin Rantan Keok Dibanding Maria Magdalena Lili Jelang Pilbub Ketapang 2020

13

Jakarta – Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) kembali menyelenggarakan survei pada 12 Februari-28 Februari 2020. Survei kali ini dilakukan untuk mengukur tingkat keterpilihan (elektabilitas) figur-figur yang siap berkompetisi dalam Pemilihan Calon Bupati Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Jelang Pilkada 2020.

Dari hasil survei tersebut, nama Maria Magdalena Lili unggul menempati urutan pertama dari sisi elektabilitas.

Direktur Eksekutif LKPI, Andri Gunawan mengatakan, hasil itu diperoleh dari 10 nama bakal calon bupati yang disurvei dengan metode pertanyaan terbuka kepada 1.222 responden, ketika ditanyakan jika Pilkada digelar hari ini, siapakah dari 10 nama ini yang akan bapak/ibu/ saudara pilih?

“Hasilnya nama Maria Magdalena Lili unggul dalam survei dengan tingkat elektabilitas sebesar 19,4 persen, di urutan kedua Henrikus dengan tingkat elektabilitas 12,3 persen, disusul Aibul Ainen 10,3 persen, Junaidi 8,7 persen, dan Martin Rantan 8,2 persen,” kata Andri dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (11/3/20).

Lalu dilanjutkan Kasdi 6,3 persen, Erlyanto Harun 6,2 persen, Iin Solinar 5,8 persen, Yasir Anshari 3,7 persen, Mathoji 2,7 persen dan tidak menjawab sebanyak 16,4 persen.

Sementara, dengan pertanyaan yang sama, namun dilakukan secara tertutup, nama Maria Magdalena Lili kembali unggul dalam survei dengan tingkat elektabilitas sebesar 23,7 persen.

“Dan di urutan kedua Henrikus dengan tingkat elektabilitas 12,8 persen, Aibul Ainen 10,9 Junaidi 8,7 persen, Martin Rantan 6,7 persen, Kasdi 6,4 persen, Erlyanto Harun 6,3 persen, Iin Solinar 6,1 persen, Yasir Anshari 3,8 persen, Mathoji 2,4 persen dan tidak menjawab sebanyak 12,2 persen,” papar Andri.

Andri mengatakan rendahnya tingkat keterpilihan Petahana (Martin Rantan) berbanding lurus dengan pendapat 1.222 responden dimana 79,6 persen tidak puas dengan kinerja Pemkab Ketapang yang tidak memberikan perubahan yang lebih baik.

“Terutama soal lapangan kerja, perekonomian keluarga, infrastruktur yang buruk, pelayanan kesehatan yang buruk dan fasilitas pendidikan yang rendah. Sementara yang merasa puas hanya 6,7 persen dan selebihnya tidak memberikan pendapat 13,7 persen,” ungkapnya.

Sedangkan, kata dia, tingginya tingkat keterpilihan Maria Magdalena Lili dikarenakan yang bersangkutan menjabat tiga kali sebagai anggota DPRD. Selain itu, faktor gender, dimana Maria Magdalena lili adalah satu-satunya tokoh wanita yang akan maju di Pilkada. Begitu juga sebagai calon wakil bupati independen berpasangan dengan aibul Ainen yang gagal memenuhi persyaratan di KPU.

Sementara dari kader Golkar, Junaidi lebih unggul dari Martin Rantan yang juga merupakan kader partai beringin.

“Ini menunjukkan suara simpatisan Golkar pecah,” terangnya.

Sementara, dari survei juga didapati bahwa baru 51,8 persen masyarakat yang mengetahui adanya Pilkada 2020 dan sebanyak 48,2 persen tidak tahu sama sekali.

“Artinya KPU harus rajin sosialisasi kepada masyarakat,” kata Andri.

Untuk diketahui, penarikan sample untuk menentukan jumlah responden sebanyak 1.222 warga Kabupaten Ketapang diambil dari populasi warga Kabupaten Ketapang yang terdaftar dalam DPT pilpres/pileg 2019 dengan jumlah 335.723 pemilih.

Jumlah responden sebesar 1.222 ini tersebar di 20 kecamatan yang terbagi di 9 kelurahan dan 239 desa di Kab Ketapang

Demografi responden terdiri 51,7 persen laki laki dan 48,3 persen perempuan. Serta sebanyak 60,8 persen responden tinggal di desa dan 39,2 persen tinggal di kota.

Metode sampling ditentukan dengan mengunakan metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/- 2,8 persen.

Sedangkan, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner.