Beranda Metropolitan Kapolres Metro Jakarta Pusat selidiki Ratusan Calo Klinik Aborsi Ilegal yang Berkeliaran...

Kapolres Metro Jakarta Pusat selidiki Ratusan Calo Klinik Aborsi Ilegal yang Berkeliaran di Raden Saleh

92

Diurna- Ratusan calo bidan aborsi disebut berkeliaran di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Mereka menawarkan jasa membunuh janin ilegal itu secara cuma-cuma.

Mereka juga ada di kawasan Paseban Raya.

“Jumlahnya mencapai 100 calo,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di lokasi penggerebekan klinik aborsi di Senen, Jumat (14/2).

Yusri mengatakan, para calo ini juga mengantarkan para pasien ke klinik Aborsi ilegal di Paseban Raya.

“Mereka mengantarkan pasien aborsi ke Klinik illegal miliknya. Ada juga bidan-bidan ini yang mempromosikan klinik milik tersangka 1, ditangani langsung oleh
Dokter Spesialis Kandungan,” kata Yusri yang juga lulusan AKPOL 1991 ini.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, pihaknya masih mencari informasi soal keberadaan calo itu.

“Kamk koordinasi dengan Krimsus Polda Metro untuk mendapatkan informasi dan koordinasi penanganannya,” terang Heru.

Heru menambahkan, pihaknya juga masih menyelidiki kemungkinan adanya tempat aborsi ilegal serupa di kawasan Jakarta Pusat.

“Kami akan chek. Jika ada tentu akan dilakukan penindakan,” kata Heru Novianto.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat, pada 11 Februari 2020. Tiga tersangka ditangkap, yakni MM alias dokter A, RM, dan SI.

Pengungkapan klinik aborsi ilegal berawal dari informasi masyarakat di sekitar Paseban.

Informasi keberadaan klinik aborsi ilegal itu disebarkan melalui situs web. Klinik aborsi ilegal ini diketahui telah beroperasi selama 21 bulan.

Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda. Dokter A alias MM merupakan dokter lulusan sebuah universitas di Sumatera Utara. Dia merupakan dokter yang belum memiliki spesialis bidang.

Dia berperan sebagai orang yang membantu para pasien untuk menggugurkan janinnya. Tercatat 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.

Tersangka MM juga pernah terjerat kasus serupa di Polres Bekasi. Dia pernah divonis 3 bulan penjara atas kasus praktik aborsi ilegal.

Tersangka lainnya, yakni RM. Dia berprofesi sebagai bidan dan berperan mempromosikan praktik klinik aborsi itu.

Sedangkan, tersangka SI merupakan karyawan klinik aborsi ilegal itu. Dia juga residivis kasus praktik aborsi ilegal.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 Ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara.