Beranda Metropolitan Gak ada Ampun, Polisi Bakal Tindak Tegas Pengemudi Ojol di Jalan Blora...

Gak ada Ampun, Polisi Bakal Tindak Tegas Pengemudi Ojol di Jalan Blora yang Ngetem Sembarangan

40

Diurna- Polisi bakal melakukan tindakam tegas terhadap pengemudi ojek online yang ngetem sembarangan di bahu jalan. Pasalnya, kelakuan mereka makin meresahkan dan dianggap membuat macet.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan apabila pengemudi ojek online itu berhenti sembarangan, mereka melakukan tindak pidana lalu lintas.

Mengenai tata cara berhenti sudah dibahas pada UU No 22 tahun 2009 termasuk hukuman yang akan diterima bila berhenti di sembarang tempat. Khususnya untuk pengguna kendaraan bermotor yang bukan kendaraan umum atau kendaraan trayek khusus.

Pada pasal 287 ayat tiga diatur bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yag melanggar aturan gerakan lalu lintas atau tata cara berhenti dan parkir dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda Rp 250.000.

Pngendara yang berhenti sembarangan da mengakibatkan kecelakaan dapat terancam terkena pasal pidana.

 Pada pasal 310 ayat satu setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dapat dipidana enam bulan hingga denda Rp 1 juta.

Apabila kemudian timbul korban luka ringan. Berdasarkan ayat dua di pasal yang sama pengguna kendaraan dapat dipidana paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 2 juta.

Besaran denda dan waktu kurungan makin bertambah apabila timbul korban luka berat atau meninggal dunia. Pengemudi dapat dikenakan denda maksimal Rp 12 juta atau pidana penjara paling lama enam tahun.

“Iya tentu ada penindakan dan denda mencapai Rp 500 ribu,” kata Fahri dalam keterangannya, Selasa (11/2).

Fahri melanjutkan, pihaknya memiliki data lokasi mana saja yang menjadi tempat ngetem para pengemudi ojek online. Salah satunya kawasan dekat Stasiun, perkantoran hingga perbelanjaan.

“Kami sudah lakukan edukasi dan kami imbau. Namun kalau mereka tak menuruti kami akan tindak;” kata Fahri.

Bahkan, Polisi tengah bekerjasama dengan aplikator perusahaan ojek online jika ada yang melakukan pelanggaran maka akan dilakukan suspend  atau non aktifkan terhadap pengemudi itu.

“Kami sangat serius menindak ojek online yang melakukan pelanggaran dengan parkir tak pada tempatnya,” terang Fahri.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menyebut, salah satu lokasi di wilayahnya banyak pengemudi ojol mangkal adalah Jalan Blora dekat Stasiun Sudirman.

Menurut Guntur, akibat banyaknya pengemudi ojol ngetem disana, jalanan yang berada tak jauh dari kawasan Sudirman itu selalu macet.

“Kami sudah lakukan imbauan berkali – kali namun mereka ngeyel. Nanti kami akan tindak karena akibat mereka masyarakat mengalami kesulitan melintas,” jelas Guntur Muhammad Thariq.

Pengamat transportasi Budianto mengatakan fenomena Ojol mangkal pada tempat – tempat sembarangan sebagai salah satu gambaran fenomena
sosial yang perlu direspon oleh 
pihak – pihak yang berkompotent didalamnya.

“Seperti operator pengemudi,penyedia jasa aplikator dan pemangku kepentingan yg bertanggung jawab di bidangnya,” jelas Budianto.

Ia melihat, situasi fenomena ojol yang mangkal pada tempat- tempat sembarangan sebagai salah satu cermin rendahnya disiplin para pengendara ,dan sekaligus mencerminkan ketidak berdayaan petugas dalam menertibkan masalah ojol. 

“Ini fenomena sosial yang tidak bisa dibendung karena untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan mendasar seagau manusia;” jelas Budianto.

Ia melihat, perlu ada langkah- langkah sinergitas dengan komponen- komponen yang berkompeten didalamnya.

“Tujuannya untuk membuat suatu langkah yg terintegrasi dalam rangka mencari solusi dari hulu sampai hilirnya,” tutup Budianto.