Beranda Metropolitan Bak Preman, Tukang Parkir ‘Ilegal’ Peras hingga Rugikan Pengendara di Jalan Cikini...

Bak Preman, Tukang Parkir ‘Ilegal’ Peras hingga Rugikan Pengendara di Jalan Cikini Raya

8

Diurna – Seorang warga bernama Tedy mengeluhkan mahalnya tarif parkir untuk sepeda motor di Jalan Cikini Raya, tepatnya di depan  salah satu kedai kopi ternama. 

Padahal di lokasi terdapat dua unit mesin parkir otomatis yang masih beroperasi.

“Saya baru parkir setengah jam mas. Masa pas keluar diminta Rp.5000. Saya awalnya ngasih Rp2.000 eh dia (juru parkir) maksa minta tambahan Rp3.000 lagi,” kata Tedy kepada Diurna, Rabu (5/2/2020).

Tedy menambahkan, sejak awal ia diarahkan tidak menggunakan mesin parkir yang ada di lokasi. 

“Dari awal dibilang parkir manual saja sama jukir. Alasan Jukir karena pakai mesin parkir otomatis lebih mahal hitungannya per jam,” tambahnya. 

Ia pun menyesal setelah diminta paksa bayar parkir lebih mahal dari mesin parkir otomatis tersebut.

“Tahu gini mah saya mendingan pake mesin parkir aja paling Rp2.000/jam. Ini baru setengah jam Rp5.000. Kalau bisa Dishub DKI menertibkan jukir yang begini karena merugikan masyarakat. Mana minta tambahnya maksa lagi,” ujarnya. 

Sekadar imformasi, dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017, tarif parkir diatur untuk mobil minimal Rp 3 ribu/jam dan maksimal Rp 12 ribu/jam, sedangkan untuk motor minimal Rp 2 ribu/jam dan maksimal Rp 6 ribu/jam.