Beranda Metropolitan Dalam Waktu Cepat, Polsek Senen Tangkap Pelaku Pembunuhan saat Pesta Miras di...

Dalam Waktu Cepat, Polsek Senen Tangkap Pelaku Pembunuhan saat Pesta Miras di Paseban

29

Bully Berujung Maut

Diurna- Telah terjadi penganiayaan berat, antara kedua pemuda akibat minuman keras sehingga berujung maut akibat saling bully. Korban berinisial NRA (52) yang dipukuli hingga tewas hanya karena ia menghina pelaku MNA (43). Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Paseban Timur, Kecamatan Senen Jakarta Pusat.

Menurut Komisaris Polisi Ewo Samono, kedua pemuda ini sebelumnya sudah saling kenal dan selalu berkumpul bersama. “Mereka berteman sudah lama dan saling kenal, kejadian bermula ketika antara korban, lainnya pesta minum-minuman keras,” kata Ewo di Polsek Senen, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Bukan hanya itu saja, Ewo juga menuturkan, kedaan NRA yang dalam mabuk tanpa sadar akibat minuman keras langsung membully MNA dengan kata-kata yang kasar. Seperti menghina kepribadian sambil memegang-megang kepalanya maupun kerahnya.

“Tersangka ini masih sabar dan tak membalas ledekan korban,” tutur Ewo.

Setelah minuman tersebut habis, NRA masih memojokkan MNA sambil mengeluarkan perkataan yang menyinggungnya.

Bahkan setelah minuman tersebut habis, NRA masih larut dalam ejekan dan memojokan MNA sambil mengeluarkan kata-kata yang tak seawajarnya diucapkan, bahkan kata-kata tesebut menyinggungnya.

“Saksi ini sempat melerai keduanya agar tak berujung pada pertengkaran. Saksi juga sempat menjauhkan botol minuman keras itu agar tak dipakai menganiyayaa,” ungkap Ewo.

Namun, MNA yang emosi langsung mengambil minuman botol keras kosong hingga langsung memukulkannya ke kepala NRA.

“Korban dipukul di bagian kepala dan leher bagian belakang,” ungkap Ewo.

Menurut Ewo, saat dibawa ke rumah sakit, NRA langsung meninggal dunia.

“Nah, paginya pelaku langsung kami tangkap pelaku dalam keadaan tak berkutik. Dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Senen Iptu Wildan Alkautsar,” jelas Ewo.

Sementara, MNA mengaku melakukan aksi penganiyaan tersebut karena spontan.

Ewo menghimbau kepada masyarakat luas, untuk tidak melakukan aksi penganiyaaan meski menerima bully dari orang lain. Selain itu MNA dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.