Beranda Metropolitan Iptu Dewa Ayu Santi, Ibu Seorang Bayi Dibalik Penangakapan Jambret yang Ditakuti...

Iptu Dewa Ayu Santi, Ibu Seorang Bayi Dibalik Penangakapan Jambret yang Ditakuti Warga Kemayoran

82

Diurna – Sosok Iptu Dewa Ayu Santi mendadak viral di media sosial. Ya, wanita berusia 27 tahun ini ramai diperbincangkan publik karema aksinya menangkap dua jambret yang menyasar remaja di kawasan Kemayoran beberapa waktu lalu.

Santi sendiri turun langsung menangkap dua pelaku, MH (27) dan S (30). Keduanya tampak tak berkutik menghadapi Santi dan sejumlah anak buahnya.

Santi sendiri berpengalaman di bidanh reserse. Lulusan AKPOL 2013 ini sebelumnya menjabat sebagai Kanit Ranmor Polres Metro Jakarta Pusat.

Ibu seorang bayi ini mengaku sudah terbiasa menghadapi pelaku kejahatan jalanan yang dikenal sadis.

“Saya santai saja. Toh ini sudah resiko pekerjaan yang saya jalani,”kata Santi.

Santi mengaku, sudah terbiasa bekerja sebagai penyidik seraya mengasuh sang buah hati yang masih batita (bawah tiha tahun).

Tak jarang, ia harus berangkat pagi dari rumahnya di kawasan Jakarta Timur untuk bekerja memimpin Apel. Padahal, malam harinya ia harus mengikuti patroli keamanan dan memburu pelaku kejahatan lainnya.

“Biasa apel jam 7an. Nah say berangkat kerja. Kebetulan anak saya sudah ada yang mengurus,” jelas Santi.

Santi berujar, pernah suatu kali ketika mengasuh sang bayi, panggilan mendesak menghampirinya lantaran ada tawuran antar pelajar.

“Itu kejadianya malam-malam. Saya lagi asuh anak tapi ada panggilan. Ya saya jalani. Kebetulan suami juga mendukung saya,” kata Santi.

Wanita asal Bali ini yakin, tugasnya sebagai Polisi bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Sebelumnya, Polsek Kemayoran menangkap dua orang pelaku penjambretan handphone (HP). Handphone tersebut adalah milik seorang siswa SMP berinisial ILD.

Keduanya melancarkan aksinya menggunakan sebuah motor matik bernomor B 3431 PEY. Motor itu pun menjadi barang bukti polisi untuk menjebloskan keduanya ke balik jeruji besi.

Kdua pelaku baru melakukan aksinya pertama kali terhadap korban yang terlihat lengah. Korban terlihat menggunakan barang berharga seperti ponsel saat berjalan kaki. Usai merampas ponsel dari ILD yang bertubuh kecil, kedua pelaku langsung menggadaikan ponsel itu seharga Rp 2,6 juta.